If My servants ask you about Me, I am near. I answer the call of the caller when he calls on Me. They should therefore respond to Me and believe in Me so that hopefully they will be rightly guided.
(via forthesakeofallah)
:’)
If My servants ask you about Me, I am near. I answer the call of the caller when he calls on Me. They should therefore respond to Me and believe in Me so that hopefully they will be rightly guided.
(via forthesakeofallah)
:’)
Dear God,
Dapatkah aku meminta sedikit waktu-Mu yang sibuk untuk pertanyaan bodohku yang terlintas di dalam benak ini?
aku datang kepada-Mu untuk menunjukan manakah jalan hidup yang harus aku tempuh? Sepertinya aku kembali menemui persimpangan, atau lebih tepatnya aku kembali membawa diriku sendiri menuju tempat ini lagi.
aku tahu Engkau sibuk, sangat sibuk, tapi sedetik waktu-Mu itu akan sangat berharga untukku dan pertanyaan ini akan kusimpan selamanya sampai Kau berbicara kepadaku.
Sincerely,
Hamba yang mencintai-Mu
Suara lonceng di kapel tua itu pun akhirnya mengiri langkahku, tapi bukan berjalan bergandengan bersamamu, dengan membawa karangan bunga dan gaun pengantin mewah seperti yang selalu kau bilang disaat kita bersaman melainkan untuk meninggalkan upacara pernikahanmu.
Aku yakin Tuhanmu menjadi saksi atas apa yang terjadi disini,
Dia melihatmu dengan tersenyum dari atas salib ketika kakimu berjalan menuju altar dan kemudian disambut uluran mesra tangannya. Tuhanmu pun sempat melirik padaku juga, dengan air mukanya yang bijak dia pun tersenyum, seraya berkata “peraturan Akulah yang menang disini”.
Jujur aku tak kuasa menahan semua rasa yang berkecamuk di dada. Tanpa kusadari kaki ini menuntun aku untuk pergi meninggalkan kapel tua itu. Aku pergi dengan sedikit berlari sambil menahan air mata yang mulai membasahi pipi dan luka di hati.
Mungkin esok aku akan menerima kabar tentang dirimu yang terbawa oleh hembusan angin. Lagi pula kota ini tidak terlalu besar untuk menyebarkan kabar burung tentang kebahagian yang kau rasakan disaat malam pertamamu. Tapi kota ini cukup besar untuk aku menyimpan segala bentuk luka secara rahasia. Akan aku pastikan sendiri kau tidak akan mengetahuinya, walaupun sedikit.
Hembusan angin pantai yang menerobos melalui sela-sela gedung di kota tua pada bulan juni ini pun sudah menyesakan dada.
Sepertinya aku harus segera pergi. Meninggalkan kota tempat semua impianku mulai bersemi ketika aku melihatmu pertama kali. Sebuah impian yang mati disaat dia sedang bersemi. Walaupun tidak akan ada monumen buat cinta kita, tapi ukiran nama kita berdua di batang pohon mahoni tetap ada di hutan belakang. Ya itulah yang tersisa dari hubungan kita ini. Karna kau telah memutuskan untuk menjalankan permintaan ayahmu.
Siang nanti disaat pastur mempersilahkan bibir kalian bertemu, aku mungkin sudah berada diatas kapal laut menuju kesbuat tempat yang aku sendiri belum tahu seperti apa.
Well, ini lah perpisahan. Selamat tinggal cinta, semoga kau bahagia dengannya. Kota ini akan menjadi saksi bahwa pernah ada sepasang kekasih yang saling mencinta sepenuh jiwa raga tapi akhirnya hubungan mereka kandas karena perbedaan agama.
Cinta ini sebatas rindu, tertulis di dalam tumpukan kertas dan tersimpan di sudut pojok meja yang berdebu.
Aku baru mengingatmu. baru saja terlintas di benakku tentang wajahmu. Barisan kata pun mengalir dengan deras melewati jari-jemari ini. Bahasa yang tak terucap akhirnya bisa keluar bak air bah di musim hujan. selintas kemudian bayangmu sirna. Ada sebuah pesan masuk di handphoneku. Itu dari seseorang yang baru saja aku kenal. Aku berharap kehadirannya dapat mengusir bayangmu. Sekali lagi tuhan mempertemukan aku dengan orang baru untuk dapat mewarnai hidup ini. Seperti jama siti nurbaya dulu aku “dijodohkan” oleh seorang teman dekatku. Ah isi kepala ini sedang tidak sehat. Terlalu banyak hal yang aku pikirkan. Menulis tulisan ini pun berusaha keras. Tapi dada ini terisi penuh.. Tak taulah apa isinya yang jelas hanya terasa penuh dan sesak hampir sama dengan kepala ini.
Alur tulisan ini pun jadi berantakan, tapi entah mengapa ingin rasanya menulis apa yang sedang aku rasakan.
Baiklah mungkin aku harus berhenti menulis sekarang sebelum tulisan ini tidak ada arahnya. Sama seperti jalan hidup aku sekarang hanya mengandalkan kebesaran tuhan untuk menaruhku pada jalan yang yang di tuju. Mungkin nanti kalo otak ini sudah berada pada porosnya lagi baru aku akan membuat sebuah tulisan yang bermakna. Banyak gangguan seperti nyamuk dan rasa kantuk yang terus menyerang. bye.
I fell in love with your words, not your mouth. Love your maturely side when you chat with me, not when we direct talking.
I fell in love with personality on social media. Not your true personality.
Berdasarkan teori Jung dari jurnalnya “Psychological Types”, terdapat perbedaan yang mendasar dalam tipe kepribadian. Berikut merupakan beberapa tipe kepribadian dari teori Jung tersebut.
Ekstrovert VS Introvert
Seseorang dapat menjadi ekstrovert atau introvert, tergantung dengan arah aktivitas mereka. Extrovert adalah orang yang berpikir mengenai hal-hal secara objektif dan luas, sedangkan Introvert lebih berpikir ke arah subjektif atau dirinya sendiri. Perbedaan kedua kepribadian tersebut seperti di bawah ini :
Ekstrovert
Tertarik dengan apa yang terjadi di sekitar mereka
Terbuka dan seringkali banyak bicara
Membandingkan pendapat mereka dengan pendapat orang lain
Seperti aksi dan inisiatif
Mudah mendapat teman atau beradaptasi dalam grup baru
Mengatakan apa yang mereka pikirkan
Tertarik dengan orang-orang baru
Mudah menolak bersahabat dengan orang-orang yang tidak diinginkannya
Introvert
Tertarik dengan pikiran dan perasaannya sendiri
Memerlukan teritori mereka sendiri
Tampil dengan muka pendiam dan tampak penuh pemikiran
Biasanya tidak mempunyai banyak teman
Sulit membuat hubungan baru
Menyukai konsentrasi dan kesunyian
Tidak suka denga kunjungan yang tidak diharapkan dan tidak suka mengunjungi orang lain
Bekerja dengan baik sendirian
Logika VS Intuisi
Berpikir secara logika adalah kemampuan mengambil informasi berdasarkan kualitas fisik dan pengaruhnya terhadap informasi lainnya. Intuisi atau suara hati merupakan kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan potensi tersembunyi dan kemungkinan eksistensinya. Perbedaan umum keduanya sebagai berikut :
Tipe Penuh Logika
Melihat semua orang dan memikirkan semua hal
Merasa hanya hidup di sini dan hari ini
Cepat beradaptasi dengan berbagai situasi
Senang dengan sensasi fisik
Senang dengan masalah practical dan aktif
Realistis dan percaya diri
Tipe Intuisi
Mengarah ke masa lalu atau masa depan
Khawatir mengenai masa depan lebih dari yang sekarang
Tertarik dengan semua hal baru dan tidak biasa
Tidak suka rutinitas
Lebih atraktif dalam teori daripada praktek
Sering ragu-ragu
Berpikir VS Merasakan
Berpikir merupakan kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan sturktur dan fungsinya. Sedangkan merasakan adalah kemampuan untuk mengambil informasi berdasarkan kondisi penuh semangat. Perbedaan umum dari keduanya adalah :
Tipe Pemikir
Tertarik dengan system, struktur, dan pola
Mengekspos apapun dalam analisi logis
Relatif dingin dan tidak emosional
Mengevaluasi hal dengan intelektualitas dan antara benar atau salah
Memiliki kesulitan untuk mengungkapkan perasaan
Tidak suka berargumen secara terbuka atau memulai perselisihan
Tipe Perasa
Tertarik dengan orang dan perasaan mereka
Mudah mengungkapkan mood-nya kepada orang lain
Menaruh perhatian besar terhadap cinta dan keinginannya yang besar
Mengavaluasi hal dengan penuh etika dan antara baik atau buruk
Mudah tersentuh atau menggunakan manipulasi emosional
Ramah dan sering memberikan pujian untuk orang-orang yang menyenangkan
Pasrah VS Penuntut
Tipe Pasrah termotivasi dalam aktivitas dari perubahan suatu situasi. Tipe penuntut termotivasi ke dalam aktivitas hasil keputusan mereka dari perubahan situasi. Perbedaan umum keduanya adalah :
Tipe Pasrah
Bergerak secara impulsive mengikuti situasi
Dapat memulai banyak hal dalam sekali waktu, namun tanpa penyelesaiannya
Lebih memilih kemerdekaan daripada memenuhi kewajiban
Selalu ingin tahu dan suka hal baru
Bekerja produktif tergantung mood
Sering bertindak tanpa persiapan
Tipe Penuntut
Tidak suka meninggalkan pertanyaan tanpa jawaban
Bekerja keras dan selalu menyelesaikannya dengan baik
Tidak suka mengubah apa yang sudah menjadi keputusannya
Relatif stabil dalam bekerja
Mengikuti aturan dan disiplin
sumber: beritanet.com
Sudah cukup lama dia berada disangkar. Mungkin sudah waktunya dia untuk terbang. Menuju langit luas terbang menuju ketinggian seperti mimpinya.
Walau tak tahu arah mana yang akan dia tuju, tapi dia merasa sudah siap. Tinggal menunggu ijin dari tuhan yang Maha Kuasa untuk memberikan jalannya.
Semoga saja secepatnya
We are what we said and what we think is gonna be. That’s how the Subconscious works, They capture the signal of what we used to say repeatedly. We will not feel hurt or feel the pain if we don’t allowed someone else to do that. We are the one who give them permit. So when you said you always hurt all the time, the universe and subconscious received and returned it as what we think.
Biarkan lentera itu menyala malam ini. Telah lama dalam kegelapan aku meraba kehadiran dirimu disini. Aku ingin melihat wajahmu malam ini yang tersenyum penuh makna.
Biarkan lentera itu menyala malam ini. Sehingga bisa melingkarimu dengan kedua tanganku, mendengar detak jantungmu yang perlahan didalam dekapanku.
Biarkan lentera itu menyala malam ini.
Sehingga aku bisa membelaimu rambutmu dan berbisik lafaz cinta, “aku merindukanmu”
Biarkan lentera itu menyala malam ini.
Biar dia menjadi saksi bahwa aku tidak sendiri lagi.
Biarkan lentera itu menyala sampai pagi.
Agar aku tetap mengingatmu ketika kau pergi nanti.
Biarkan lentera itu menari, sampai pagi, sampai dia mati sendiri.