April 2012
177 posts
pada malam-malam yang dihadirkan semesta, semua dilewati dengan mengingatmu.
Sebagian dari dirimu menolaknya dengan rasa ketakutan, dan sebagian dari dirimu yang lainnya berharap dengan kesal untuk merasakannya.
“yang dilakukan bersamaan ketika menulis adalah menundukkan kepala.”
pada jumat siangku,
adzan yang berkumandang,
mengingatkan,
siapa yang akan melantunkannya untukku,
saat menuju pusara persinggahan sebelum keabadian.bukankah kata-kata dan doa tentang kebaikan
akan kekal mengabadi?
Jika jatuh cinta dengan seseorang yang tidak seiman denganku dianggap perbuatan dosa, maka aku lebih baik terus ber-Tuhan, namun tidak beragama.
Karena aku percaya bahwa cinta adalah anugerah Tuhan. Bahkan Tuhan sendiri adalah Cinta, dan Cinta itu adalah Tuhan.
Jika sudah begitu, dosakah Tuhan…
kalau yang tersisa hanya kesedihan, itu hanya karena ketika bersamamu terburukku pun bisa jadi membahagiakan, walau benar ada tangis.
*bukankah kita suka menggeneralisasi?
dengarkanlah melodi indah yang tercipta dari lantunan nada kesedihan hati yang terluka…
sebuah harapan telah mati dari mimpi yang terbesarnya…
dan ketika nanti cahaya menyentuhnya, akan aku biarkan tangan Tuhan menghidupkannya lagi dan memperbaiki keadaanku…
telah ku letakan masa depan di antara keyakinan dan kenyataan yang selalu berseberangan. Dan di sinilah aku berdiri dengan segala keterbatasan yang aku punya dengan kepingan hati dan harapan tersisa…
Semoga saja suatu hari cinta akan datang dan membahagiakanku lagi.
Gerak kakiku tak terasa semakin jauh,
Terlalu lama aku terbuai dalam kesenangan rasa yang penuh dengan pesona semu.
Banyak hal yang terjadi selama perjalanan ini dan membuat aku lupa untuk melihat dan mendengar kenyataan yang sebenarnya terjadi.
maafkanlah aku, diriku. Kita sudah terlalu jauh bermain dalam angan yang tak menentu.
Terkadang kutemui diri ini tertawa lantang dengan suara yang kosong. Menangis dengan menggerung dibalik keramaian.
Hampa, yang kutemukan dalam perjalananku kali ini. Bukanlah aku semakin dekat dengan tujuanku tapi semakin jauh jarak yang terbentang di antaranya.
Terlepas bebas, bagai gasing yang berputar dan tak berarah.
Tuhan, dalam perjalanan cinta kali ini aku merasa lelah…
- If you could explain your break up or say something that you forgot to tell them what would it be?