Center of knowing
Ada baiknya kita menyalahkan diri sendiri daripada menyalahkan orang lain karna ketidakberhasilan sebuah hubungan. Sebab masalah terbesar datang dari dalam diri sendiri, sementara lingkungan merupakan faktor pelengkap dari sebuah kejadian. Refleksi dari sebuah pikiran yang tanpa sengaja kita ciptakan untuk menjadi nyata. Bukankah pikiran itu bersifat nyata?
Maka,
Bertanyalah tentang kesalahan kepada diri sendiri…
Bersikap adillah untuk menerima kesalahan diri sendiri…
Karna, berani mengubah keadaan dimulai dari mengubah diri sendiri…
"Karna jauh lebih mudah menyimpan perasaan yang kita punya kepada seseorang ketimbang mengutarakannya tetapi tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk diucapkan."
- Alasan di balik alasan.
"Bagaimana cara kita memandang diri sendiri tidaklah sama dengan orang lain. Terlalu sering kita meremehkan apa yang kita punya, Karna terlalu sibuk mencari cara bagaimana menyempurnakan kekurangan diri."
- Bercermin pada mata orang lain.
"Sebelum terlalu jauh mencari cinta sejati, ada baiknya bertanya kepada diri sendiri terlebih dahulu, ” bentuk cinta yang seperti apakah yang saya butuhkan?"
- Personalisasi target cinta.
"Ada masanya kita akan pergi ke sebuah tempat yang kita tidak kehendaki untuk berada. Bukan karna kita melupakan dan meninggalkan apa yang telah dicapai melainkan untuk membantu diri sendiri untuk mengingat tidak ada yang abadi."
- Terkadang, perubahan itu penting
"Banyak malam kuhabiskan untuk berbicara dengan sunyi di dalam gelap. untuk mendengar pembicaran antara kedua belah pihak yang tidak pernah berhenti untuk berdebat. Mereka adalah pikiran dan suara hati. Dan aku hanya berbaring dan terdiam menunggu keputusan dari salah satu di antara mereka yang memerintahkan tubuhku untuk bergerak, sementara salah satunya terdiam dan mengakui kekalahan dalam berargumen dengan gerutu."
- Tubuhku, suara hati dan pikiranku.
"Aku memberikan batasan kepada diriku melalui kebebasan. Itulah sebabnya ia, diriku, mencintaimu tanpa mengenal lelah."
- Kebebasan adalah batasan yang tak kasat mata.